Mengenal Pengertian Desa

Desa secara etimologi berasal dari Bahasa sansekerta, deca yang berarti tanah air atau tanah kelahiran. Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), desa adalah satu kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluarga yang memiliki sistem pemerintahan sendiri.

Secara umum, desa adalah kesatuan hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul atau adat istiadat setempat. Desa juga dapat dikatakan sebagai hasil dari perpaduan antara kegiatan sekelompok manusia dan lingkungannya.

Ciri-ciri Desa

Desa memiliki beberapa karakteristik yang cukup berbeda dengan perkotaan, adapun ciri-ciri desa adalah sebagai berikut:

  1. Kehidupan masyarakat desa dianggap sangat erat dengan alam. Sehingga pekerjaan yang dimiliki bersifat homogen dan bergantung pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
  2. Kepadatan penduduk tergolong rendah dengan rasio antara luas wilayah penduduknya kecil.Hal ini bisa dilihat dari rumah di desa yang masih punya pekarangan yang tidak menempel dengan tetangganya.
  3. Ciri-ciri desa selanjutnya yaitu interaksi masyarakat desa lebih intensif. Selain itu, komunikasinya juga bersifat personal sehingga antara satu dengan yang lainnya saling mengenal dan membantu.
  4. Masyarakat desa juga memiliki solidaritas yang sangat kuat. Hal ini terjadi karena penduduk desa mempunyai kesamaan ekonomi, budaya, serta tujuan hidup.
  5. Mobilitas masyarakat desa juga cenderung lebih rendah. Sebab, pekerjaan dan ikatan masyarakat yang terbatas membuat penduduk desa jarang sekali bepergian atau pergi ke tempat jauh.

Fungsi Desa

Setiap manusia atau individu, tentunya akan menggunakan perasaan, pikiran, dan hasrat untuk berinteraksi terhadap lingkungannya. Hal inilah yang kemudian menjadikan seorang manusia saling membutuhkan satu sama lain. Secara umum, fungsi desa adalah sebagai berikut:

Desa sebagai Hinterland

Salah satu fungsi desa yaitu sebagai hinterland atau daerah dukung yang memberi bahan pokok seperti padi, jagung, hingga ketela. Tak hanya itu, desa juga menyediakan beragam makanan lain seperti kacang, kedelai, sayur-sayuran, dan jenis buah-buahan.

Di samping itu, desa ditinjau dari sudut potensi ekonomi berfungsi sebagai lumbung bahan mentah dan tenaga kerja. Adapun dari segi kegiatan kerja, desa merupakan agraris, desa manufaktur, desa nelayan, dan desa industri.

Sebagai Pelestari Kearifan Lokal

Masyarakat desa yang hidup berdasarkan gotong royong menjadi kekuatan berproduksi dan kekuatan membangun atas dasar kerja sama dan saling pengertian. Selain itu, desa juga termasuk sumber tenaga kerja bagi kota. Tidak bisa dimungkiri bahwa masyarakat yang berasal dari desa dipekerjakaan di kota sebagai buruh atau di sektor informal.

Mitra Pembangunan

Tak hanya sebagai sumber tenaga kerja, masyarakat desa juga berfungsi sebagai mitra pembangunan wilayah kota. Mitra ini akan diperoleh dalam waktu cepat maupun lambat, tergantung dengan hubungan atau kerja sama yang dilakukan masyarakat di dalamnya.

Sumber

error: Situs ini diproteksi !!