Kisah Sukses Bumdes Maju Bersama Desa Sidomulyo

Salah satu Nawa Cita Presiden Joko Widodo adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam rangka negara kesatuan. Pembangunan tidak lagi dilakukan secara terpusat, akan tetapi dilakukan secara menyebar di seluruh penjuru pelosok Indonesia. Untuk menyukseskan program Nawa Cita ini, pada tahun 2015 Pemerintahan Presiden Joko Widodo mengucurkan Dana Desa untuk pertama kalinya. Anggaran Dana Desa digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat dan kemasyarakatan. Sampai dengan tahun 2021, anggaran Dana Desa dari tahun ke tahun selalu konsisten disalurkan ke desa. Fokus penting dari penyaluran Dana Desa lebih terkait pada implementasi pengalokasian Dana Desa sebagaimana tujuan dari Dana Desa.

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Banjarmasin (KPPN) sebagai salah satu instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan mendapat amanah untuk mengawal dan menyalurkan Dana Desa di Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar. Salah satu Desa di lingkup penyaluran KPPN Banjarmasin yang telah merasakan manfaat Dana Desa adalah Desa Sidomulyo, desa yang dulunya merupakan wilayah daerah transmigrasi dan sekarang berkembang telah bertransformasi menjadi Desa Maju.

Kabupaten Bariro Kuala salah satu Kabupaten di Wilayah kerja KPPN Banjarmasin yang secara konsisten mendapatkan alokasi Dana Desa Sejak Tahun 2015 sampai dengan tahun 2021. Alokasi penyaluran Dana Desa dari tahun ketahun selalu mengalami peningkatan sehingga upaya peningkatan perekonomian khususnya masyarakat desa yang ada di Kabupaten Barito Kuala. Jumlah desa yang ada di Kabupaten Barito Kuala yang mendapatkan Alokasi Dana Desa adalah meliputi 17 Kecamatan dan 195 Desa.

Desa Sidomulyo adalah salah satu desa dari 10 desa di Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Desa Sidomulyo memiliki luas wilayah 4 km2 , dihuni sebagian besar transmigran yang berasal dari Pulau Jawa dengan jumlah penduduk sebanyak 1.722 jiwa dengan 557 kepala keluarga, serta terbagi ke dalam 19 Rukun Tetangga (RT) dan 3 Rukun Warga (RW). Dengan mayoritas wilayah yang masih asri penduduk Desa Sidomulyo berusia produktif. Sebagian besar masyarakat Desa Sidomulyo bermata pencaharian di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan. Hal ini disebabkan karena Desa Sidomulyo memiliki struktur tanah gambut, sehingga sangat cocok untuk ditanami kelapa sawit dan tanaman pertanian.

Sejak tahun 2015, Desa Sidomulyo secara konsisten menerima Dana Desa dari pemerintah Pusat untuk mendorong perekonomian desa yang berfokus pada kegiatan prioritas desa dan peningkatan pemberdayaan masyarakat. Di tahun 2021, Desa Sidomulyo menerima penyaluran Dana Desa sebesar Rp728.618.000,- perolehan nilai dana desa ini meningkat di tahun 2020 sebesar Rp717.367.000,- sehingga upaya peningkatan perekonomian yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sidomulyo dapat berjalan dengan baik.

Data per 15 November 2021 Penyaluran Dana Desa pada Desa Sidomolyo sudah Penyaluran Tahap III sebesar Rp122.323.600,-, Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) sudah sampai bulan ke 12 (Desember 2021). Penyaluran Dana Desa untuk mendukung penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dilakukan sebesar 8% (delapan persen) dari pagu Dana Desa setiap Desa sebesar Rp58.289.440,-.

Sumber pendapatan di Desa Sidomulyo berasal dari Pendapatan Asli Desa sebanyak Rp.18.920.000, Alokasi Dana Desa Rp.368.913.300, Dana Desa Rp.728.618.000, dan dari Dana Bagi Hasil sebesar Rp.23.228.300. Desa Sidomulyo sangat berpotensi di bidang perkebunan kelapa sawit dan peternakan dengan pengelolaan pupuk organiknya. Di desa ini banyak ditemui para petani mandiri perkebunan kelapa sawit yang sukses dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Petani kelapa sawit di Desa Sidomulyo pada umumnya membangun usaha mandiri karena tidak mau bergabung dengan perusahaan besar. Mereka lebih suka mengelola lahan mereka sendiri dengan harapan akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Perkembangan kelapa sawit di Desa Sidomulya sangat pesat, sawit lokal yang dihasilkan mampu bersaing secara global. Melihat keberhasilan masyarakat dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit, Pemerintah Desa Sidomulyo sangat mendukung pengembangan usaha perkebunan kelapa sawit.

Per tanggal 26 April 2018, dibentuklah suatu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dinamai BUMDes Maju Bersama. Pada masa awal pembentukan, BUMDes Maju Bersama menggunakan dana pribadi anggota kelompoknya untuk mulai membangun organisasi dan usaha. Pada bulan Mei 2019, setelah dikoordinasikan dengan para perangkat desa, BUMDes Maju Bersama mendapatkan modal dari Pemerintahan Desa sebesar Rp 31.340.000. Sepanjang tahun 2019 BUMDes Maju Bersama memperoleh pendapatan sebesar Rp 34.891.668 dan menyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp 3.876.000. Pada tahun 2020, Pendapatan BUMDes Maju Bersama mengalami peningkatan, dari semula Rp.34.891.668 menjadi Rp.67.708.609 dan menyerahkan sebesar Rp 16.927.152 ke Pemerintahan Desa sebagai Pendapatan Asli Desa tahun 2020. Aset BUMDes Maju Bersama Desa Sidomulyo per Oktober tahun 2021 sudah mencapai Rp104.369.000

Perkebunan Kelapa Sawit

Pada masa awal berdiri, BUMDes Maju Bersama memiliki 4 jenis usaha yaitu perkebunan kelapa sawit, pengelolaan pasar desa, penyewaan kios, dan agen BRILink. BUMDes Maju Bersama memanfaatkan lahan di sepanjang sungai sejauh 2 km untuk ditanami pohon kelapa sawit. Selain dijadikan sebagai salah satu usaha BUMDes Maju Bersama, penanaman pohon kelapa sawit juga ditujukan untuk mencegah tanah longsor di sekitar sungai. Pohon kelapa sawit tersebut dapat dipanen setiap 14 hari sekali. Saat masa panen, BUMDes memperkerjakan masyarakat setempat untuk memanen kelapa sawit. Setiap pekerja akan diberi upah sebesar Rp.200 per kilo atas kelapa sawit yang dipanen. Harga jual kelapa sawit relatif fluktuatif setiap masa panen, dengan harga rata-rata sebesar Rp.2.075. Setiap kali panen, BUMDes bisa memperoleh hasil panen kelapa sawit sebanyak 2 ton.

Pasar Desa

Usaha kedua yang dikembangkan oleh BUMDes Maju Bersama adalah pengelolaan pasar desa. Adanya pasar desa ini dilatarbelakangi karena banyaknya pedagang yang berjualan di pinggir jalan, sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan dan masyarakat. Melihat kondisi tersebut, perangkat desa berinisiatif untuk mendirikan pasar desa yang bisa dijadikan sebagai tempat jual beli yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Pasar ini beroperasi setiap hari Kamis pada pukul 04.00 WITA sampai dengan pukul 10.00 WITA, sehingga pasar ini disebut dengan Pasar Kamis. Sekitar 200 orang pedagang berjualan di pasar ini. Pedagang tersebut diwajibkan membayar iuran karcis lapak sebesar Rp.2.000 setiap hari operasional pasar. Sedangkan, setiap tahunnya pedagang diwajibkan membayar biaya sewa lapak sebesar Rp.50.000 – Rp.150.000 tergantung dari kondisi lapak yang disewa. Berbagai macam kebutuhan dijual belikan di pasar ini, mulai dari kebutuhan pangan, pakaian, sampai dengan perabotan rumah. Banyak pedangang dari luar daerah yang berjualan di pasar ini. Pengunjung pasar akan dikenakan biaya untuk parkir sebesar Rp. 2.000. Parkir ini dikelola oleh Satuan Linmas Desa Sidomulyo. BUMDes mendapatkan penghasilan bersih dari parkir ini sebesar Rp.150.000. Pendapatan dari hasil iuran karcis, sewa lapak, dan hasil parkir berkontribusi cukup besar terhadap penghasilan BUMDesa Maju Bersama, sehingga secara tidak langsung juga meningkatkan nilai PAD Desa Sidomulyo.

Agen BRILink

Usaha ketiga yang dikembangkan oleh BUMDes Maju Bersama adalah Agen BRILink dengan sistem Memorandum of Understanding (MoU). BUMDes melihat potensi dan kelayakan kios yang akan dijadikan mitra usaha Agen BRILink, salah satu tolok ukur BUMDes dalam memiliih kios adalah tingkat keramaian pengunjung dan tempat yang strategis. Penggunaan sistem MoU (menitipkan usaha ke kios) dimaksudkan agar BUMDes tidak perlu menggaji karyawan, sehingga hasil usaha dari BRILink diharapkan dapat lebih maksimal. Pendapatan rata-rata per bulan dari BRILink yang didapatkan BUMDes sebesar Rp.1.500.000,- s.d. Rp.2.000.000,-. Tahun 2021 ini, jumlah agen BRILink yang dikelola BUMDes Maju Bersama sebanyak 2 agen.

Kios yang disewakan

Pada tahun 2019, BUMDes Maju Bersama mendapatkan dana modal dari Pemerintahan Desa sebesar Rp.31.340.000. Sebagian dana ini dialokasikan untuk membangun kantor BUMDes yang kemudian disewakan untuk dijadikan kios. Penyewaan kios ini juga menjadi salah satu sumber pendapatan BUMDes. Kios tersebut disewakan dengan biaya sewa sebesar Rp.500.000 per bulan.

Pada tahun 2021 ini, BUMDes Maju Bersama mencoba untuk merambah bidang usaha lain yaitu di bidang pengolahan pupuk organik. Hal ini dilatarbelakangi karena banyaknya masyarakat yang memiliki hewan ternak, namun belum bisa memanfaatkan dan mengolah kotoran hewan ternak tersebut. BUMDes Maju Bersama memulai untuk bekerja sama dengan masyarakat yang memiliki hewan ternak. Pupuk organik yang akan direncanakan untuk diolah adalah pupuk yang dihasilkan dari kotoran sapi, kotoran ayam, dan urin sapi. Untuk mengembangkan usaha ini BUMDes Maju bersama telah mengalokasikan pengadaan alat untuk mengolah pupuk organik dan modal awal sebesar Rp.50.000.000.

Usaha yang dikelola oleh BUMDes Maju Bersama akan sulit berkembang, apabila masyarakat kurang mendukung dan berpartisipasi. BUMDes Maju Bersama berupaya mengembangkan ekonomi Desa Sidomulyo, dengan pemberdayaan usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Kepala BUMDes Maju Bersama berharap BUMDes Maju Bersama dapat menyumbang PAD dan Dana Sosial Masyarakat yang lebih banyak ke Desa Sidomulyo. Selain itu melalui BUMDes Maju Bersama, diharapkan segala potensi yang ada di Desa Sidomulyo dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga dapat menjadi desa yang mandiri dengan masyarakat yang sejahtera.

Desa Sidomulyo telah membuktikan sinergi dan keterpaduan masyarakat dalam penggunaan Dana Desa sesuai dengan skala prioritas dan kebutuhan untuk pembangunan dan pemberdayaan desa. Keberhasilan dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi kesenjangan perekonomian di Desa Sidomulyo telah mencermikan ketepatan dari penggunaan Dana Desa.

Sumber

error: Situs ini diproteksi !!